Lagu Rock tempo dulu memang tak pernah mati, selalu nikmat didengar, vocal natural sound non effect menjadikan dunia muda kembali.
Latest Music :
Tampilkan postingan dengan label Festival Rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival Rock. Tampilkan semua postingan

ROXX (Jakarta) - Festival Rock V

ROXX, sapa sih yang gak kenal Roxx di daratan band-band metal Indonesia, ya karena sebelum Band metal Indonesia banyak yang metal-metal mungkin ini salah satunya leluhur dari band ber genre Heavy Metal yang dibentuk pada tanggal 1 April 1987, ya kenapa gw bisa bilang ni band bapaknyaa musik metal karena mereka sempat ikut festival rock Log Zhelebour dan jadi juara kedua, Begitulah Roxx membangun kredibilitas jalanan dan menyebarkan inspirasi di kalangan anak-anak muda penggemar rock saat itu. Jika Slank menjadi inspirasi besar bagi band-band rock lokal mainstream maka Roxx berada di kutub sebaliknya. Roxx bagaikan Mekkah Metal bagi band-band rock underground yang ada sekarang ini. Merekalah salah satu pionir yang membuka jalan bagi pergerakan metal ekstrem di Indonesia. Scene ini jelas berhutang besar kepada Roxx. Kini setelah empat tahun vakum merilis album para personel Roxx belakangan sibuk mondar-mandir ke Studio Roxx yang terletak di kawasan Petamburan, Jakarta untuk merekam ulang nomor-nomor klasik mereka dari era 1992 - 2004.
Arry Yanuar adalah drummer sekaligus pendiri Roxx yang meninggal dunia tahun 1999 silam. Pada jamannya Arry merupakan drummer tangguh yang sangat disegani bahkan digandrungi musisi-musisi rock lokal saat itu. Permainan drumnya selalu disejajarkan dengan Lars Ulrich, drummer Metallica, sementara aksi panggung dan attitude-nya bagi banyak orang mengingatkan dengan gaya Tommy Lee, drummer Motley Crue. Roxx terbentuk di Jakarta pada awal tahun 1986 atas inisiatif drummer Arry Yanuar. Grup yang memulai debutnya sebagai band glam rock '80an ini merupakan pecahan dua band lokal terkemuka saat itu, Skull dan Navy. Skull personelnya antara lain Arry (drums), Iwan Achtandi (gitar) dan Trison Manurung (vokal). Sementara Navy yang memainkan nomor-nomor AC/DC digawangi oleh Wijaya (gitar), Tony Agusbekti (bass), Jalu (drummer) dan Parlin (vokal). Nama yang disebut terakhir adalah kakak kandung Trison yang sempat tiga bulan menjadi vokalis Slank sebelum Kaka bergabung ke dalam line-up hingga kini. Uniknya nama Navy mereka pilih karena ayah para personel band ini semuanya berprofesi sebagai perwira menengah dan tinggi TNI Angkatan Laut.
 
Selanjutnya Arry Yanuar mundur dari Skull dan hijrah ke Australia untuk melanjutkan studi selama dua tahun lamanya. Arry dikabarkan sempat membentuk band metal pula selama tinggal di sana. Sepulangnya dari Australia ia tidak ingin kembali ke Skull dan malah mengajak Jaya membentuk sebuah band baru. Arry menugaskan Jaya untuk mencari kandidat anggota band barunya dan Jaya sendiri justru menugaskan Trison mencari vokalis bagi proyek baru ini.tetapi saat mengaudisi vokalis justru trison lah yang melamar langsung menjadi vokalis karena dia pengen banget ganbung dengan ROXX. Akhirnya di awal tahun 1986 terbentuklah Roxx formasi pertama yang terdiri dari Arry (drums), Jaya (gitar), Iwan (gitar), Trison (vokal) dan Tonny (bass). Usia para personel Roxx saat itu rata-rata 20-21 tahun. Nama Roxx sendiri dipilih langsung oleh Arry. Para personel lain mengaku tak tahu darimana ia mendapatkan inspirasi atas nama itu.Sepanjang tahun 1986 Roxx total mendekam setahun penuh hanya untuk berlatih di studio. Saat itu mereka masih sibuk mengulik lagu-lagu dari The Who, Van Halen, Motley Crue hingga Iron Maiden sebagai bekal manggung, mereka benar-benar serius. Kerja mereka hanya latihan dan latihan. Dua kali seminggu, jam duabelas siang sampai maghrib. Bayangkan, 104 kali latihan dalam setahun, tanpa manggung! Panggung pertama Roxx terjadi tanggal 1 April 1987 di Pasar Seni Ancol. Saat itu mereka tampil sebagai pembuka Barata Band yang terkenal sebagai band tribute The Beatles nomor wahid di negeri ini. Beban berat di panggung pertama menghasilkan teriakan dan cemoohan dari para penonton yang meminta mereka turun panggung. Untungnya mereka dapat survive hingga lagu terakhir di panggung historis tersebutAktivitas membentuk band dikalangan anak-anak muda adalah kegiatan yang termasuk mewah dan mahal di era '80an, bahkan studio latihan band di Jakarta pun masih terbilang jarang. Namun hebatnya Roxx saat itu sudah memiliki studio latihan pribadi di rumah Arry yang terletak di bilangan Tebet.
Suatu ketika di tahun 1987 ada sebuah peristiwa yang sangat bersejarah dalam karir bermusik Roxx untuk selamanya. Saat itu pertama kalinya Arry memperdengarkan para personel Roxx album Master of Puppets milik Metallica yang dibawanya dari Australia. Saat itu album-album Metallica bahkan belum ada yang dirilis secara resmi di Indonesia. Awalnya tak satu pun diantara personel Roxx yang suka dengan musik thrash metal ala Metallica. "Di denger sambil mabok aja nggak enak (Tertawa)," kenang Jaya. Namun karena Arry bersikeras akhirnya Roxx tunduk dan mulai membawakan nomor-nomor milik band asal Los Angeles, California tersebut. "Master of Puppets" adalah lagu pertama dari Metallica yang mereka bawakan di atas panggung Bulungan, Blok M di tahun 1987. Mungkin saja dalam sejarah rock tanah air untuk pertama kalinya pula ada band Indonesia mengcover Metallica. Bassist Tony menjelaskan setelah mereka enjoy mengusung nomor-nomor ngebut dari Metallica arah musik Roxx kemudian berkembang semakin ekstrem. "Habis itu penginnya bawain lagu-lagu kenceng semua," ujarnya. Kisah berikutnya mereka tinggalkan Van Halen, Motley Crue, Iron Maiden dan juga fashion 80's glam rock yang selama beberapa tahun sempat menjadi identitas mereka di atas panggung. Roxx telah menemukan arah musik bahkan attitude mereka yang baru: Thrash metal dan kostum hitam-hitam! Berikutnya mereka mulai meng-cover nomor-nomor dari Anthrax seperti "Indian," "Among The Living" dan juga Death Angel dan Testament.
 
Tahun 1989 Roxx khusus diundang Log Zhelebour ke Surabaya untuk tampil mewakili Jakarta menjadi peserta kompetisi band yang digelarnya: Festival Rock Indonesia Ke-V. Di kompetisi itu Roxx berhasil menjadi Juara Kedua sedangkan Juara Pertama adalah Power Metal asal Surabaya. Gosip berhembus bahwa menurut pilihan para juri sebenarnya Roxx yang seharusnya terpilih sebagai juara pertama namun kabarnya Log tidak setuju dan memvote keputusan tersebut. Lalu di tahun 1990 rilis sebagai album kompilasi pertama keluaran Logiss Records lalu Bulan Desember 1990 Roxx kembali ke Studio Triple M bersama sound engineer Harry Widodo untuk menggarap album penuh pertama mereka, Roxx. Proses rekaman album ini menghabiskan 70 shift dan berjalan hingga 18 bulan lamanya namun Album ini sempat terkatung-katung pennggarapannya karena "Insiden Asbak Tengkorak" yang menimpa Trison dan Tony di Bogor mereka berdua sempat di masuk LP dalam keadaan gondrong. Namun pemberitaan di media atas Insiden Asbak Tengkorak ternyata berdampak negatif bagi album debut Roxx.Harpa Records malah membatalkan kontrak rekaman Roxx sekaligus memberhentikan proses rekaman yang saat itu tengah berjalan setelah itu tiba-tiba Roxx bertemu Dannil Setiawan, produser yang kemudian menebus seluruh biaya rekaman yang telah dihabiskan Roxx dari Harpa Records. Setelah Trison dan Tony "dibebaskan" dari penjara proses rekaman pun dilanjutkan hingga akhirnya album tersebut beredar dibawah label Blackboard Indonesia pada bulan Agustus 1992.
 

Formasi akhir ROXX

Dan alhasil Roxx merilis album pertamanya dengan judul album yang sama yaitu ROXX, yang melahirkan lagu-lagu hits seperti “Gontai, Penguasa, 5cm, Gelap Price dan Rock Bergema”. Diedarkan oleh PT. Suara Sentral Sejati dan didistribusikan oleh Blackboard Indonesia. Kesuksesan album tersebut di blantika musik Tanah Air akhirnya mencatat ROXX sebagai grup musik pertama di Indonesia yang merilis albumnya di pasar Internasional. Hal ini ditandai dengan diadopsinya album perdana ROXX tersebut pada tahun 1992 oleh Polygram International. Album kedua ROXX berjudul NOL dirilis pada tahun 1995, diedarkan oleh WINS Record dan didistribusikan oleh Atlantic Record Indonesia, yang melahirkan hits single “Air Mata Hewan, Putri Matahari dan Muak”. Ada perubahan formasi pada album ini, yaitu digantinya posisi TONY pada bass, yg digantikan oleh DIDIK, dikarenakan TONY harus melanjutkan pendidikannya ke Jerman.  
Album ketiga ROXX yang berjudul BERGEMA LAGI dirilis pada tahun 2004, diedarkan oleh SGK Record dan didistribusikan oleh PT. Ritme Nuansa Baru. Mencetak single hits “Dari Dulu, Babi Ngepet & Yang Tersisih”. Di album ini TONY kembali ke posisi semula sebagai bassist, sedangkan posisi IWAN pada gitar digantikan oleh additional player DIDI CROW. Kini di album keempat ROXX yang berjudul RETAKE, yang bekerjasama ditribusi dengan Majalah Rolling Stone Indonesia, telah hadir sebagai penanda eksistensi ROXX di belantara musik Tanah Air. Mini album yang berisikan beberapa hit single mereka dari keseluruhan kronologis perjalanan karir ROXX sejak tahun 1987 sampai dengan saat ini, menghadirkan lagu-lagu kompilasi terbaik yang pernah dimiliki ROXX,yaitu: Gontai, Rock Bergema, Babi Ngepet, Air Mata Hewan, Penguasa & 5 Cm.

Sejarah Festival Rock Se-Indonesia versi Log Zhelebour Production

Adalah  seorang Ong Oen Log, yang dikenal sebagai Log Zhelebour pria tambun kelahiran Surabaya 16 Maret 1959 dibalik sukses terselenggaranya Festival Rock Indonesia sebanyak 11 kali dari tahun 1984 sd 2007. Jangan lihat sosok fisiknya yang tidak ngerock, malah cenderung cuek dengan kaos dan celana pendek, tapi spirit rocknya luarbiasa. Perkenalannya dengan musik rock diawali ketika duduk di bangku SMP. Setelah lulus dari SMA St Louis Surabaya, 1977, baru dia memulai kariernya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko.
“Saya ingin musik rock tetap hidup dan terus berkembang. Salah satunya caranya dengan mengadakan event-event seperti festival rock,” ujar Log. Seperti diungkapkan, awal tujuannya dari penyelenggaraan festival rock ini adalah untuk memberi wadah bagi grup rock pemula yang belum sempat mendapat kesempatan tampil kepermukaan dalam skala nasional. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi regenerasi para seniornya untuk meneruskan langkah membawa panji-panji  rock Indonesia terus  jaya.

Log merintis karier promotornya sejak tahun 1979 dengan menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu, seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan yang diberinya judul Rock Power. Setelah itu berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam, serta grup Giant Step.
Dengan sebuah mesin tik dan mengendarai sepeda motor Honda, Log berusaha meyakinkan berbagai pihak, termasuk sponsor, tentang usahanya mementaskan musik rock yang waktu itu rawan kerusuhan. Promosi berbagai produk yang waktu itu dilakukan hanya sebatas melalui radio dan spanduk. Sementara TVRI, satu-satunya stasiun televisi, tidak menerima iklan, dan musik rock nyaris tidak menjadi pilihan sebagai program acara
Remy Soetansyah (teman kita juga di MP), yang pernah menjadi juri Festival Rock Indonesia, menyatakan itulah kelebihan Log. Dia bisa melakukan apa yang tidak dilakukan promotor lain. Sesuai dengan namanya, Zhelebour (asal kata selebor, yang bisa berarti semaunya, baik dalam berpakaian, bicara, maupun bertindak), Log memang tidak peduli dengan komentar orang, apa yang dianggapnya baik, dilakukannya. Sepanjang memimpin penyelenggaraan Festival Rock Indonesia, dia tidak berpakaian lain kecuali celana sebatas betis, kaus oblong, dan rompi. Bedanya, kalau dulu dia bersepeda motor Honda bebek, sekarang dengan sedan BMW plus sopir.
Dari berbagai festival musik yang diselenggarakan, mulai dari Festival Lagu Pop Nasional, Lomba Cipta Lagu Prambors, Lomba Cipta Lagu Dangdut, Kontes Band Yamaha, hingga Cipta Pesona Bintang di layar kaca (RCTI), ternyata festival musik rock versi Log Zhelebour yang paling tahan banting. Sementara festival dan lomba yang lainnya berhenti karena berbagai hal, salah satu di antaranya karena ketiadaan sponsor. Demikian juga festival musik rock versi Log Zhelebour, dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival. Perusahaan rokok itu mendanainya sebanyak delapan kali (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dari 11 kali penyelenggaraannya, dengan diselingi Gudang Garam (1991 dan 2007) dan stasiun televisi Indosiar (1996).

Festival musik rock versi Log Zhelebour bisa dikatakan adalah ajang musik rock yang paling bergengsi dibanding festival serupa yang pernah diselenggarakan. Sejak pertama kali diadakan, dengan nama Festival Rock se Indonesia mencatat beberapa rekor. Antara lain penyelenggaraannya secara maraton selama 15 jam nonstop, dari jam pukul 10.30 hingga 01.30. Yang kedua diikuti 30 grup rock dari sejumlah kota di tanah air yang berlaga di atas panggung terbesar sepanjang sejarah pertunjukan musik rock di Indonesia waktu itu, 50 X 12 meter.
Log Zhelebour mengawal festival perdananya ini di lapangan sepakbola 10 November, Tambaksari, Surabaya, hari Minggu 14 April 1984, dengan dukungan sound-system Lasika yang melayani para peserta yaitu 30 grup rock dari Jakarta, Bandung, Jawa Timur dan Bali : LCC, Flash Rock, Amara, Grass Rock, Blues Brothers, Full of Shit, Heaven, Literature Rock, Vocation, Leizig, Warrock (konon group ini binaan Ucok Aka), Q Red, Squencer, Heart Breaker, Bom Chankar, Sensitive Band, Mat Bitel, Nickey Astria, D’Ronners, Smallers Band. Harley Angels, 2nd Smile, Jamrock, Bissing, Drop Out dan Elpamas. Mereka membawa sebuah lagu pilihan dan lagu wajib Djarum Super: Oh nikmatnya Djarum Super Filter, oh sedapnya Djarum Super filter, untuk memperebutkan hadiah Rp. 3 juta.
Para juri terdiri dari penyanyi God Bless Achmad Albar, penabuh drum Jelly Tobing, gitaris Ian Antono, pemetik bas Arthur Kaunang, pemain keyboard Abadi Soesman dan seorang wakil dari Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) memilih Harley Angles dari Bali sebagai juara pertama., LCC (Surabaya, juara dua), Elpamas (Pandaan, juara tiga), 2nd Smile (Jakarta, juara harapan) dan Drop Out (Irian Jaya, juara favorit), Juga dipilih penyanyi terbaik Bambang (Harley Angles), penyanyi terbaik wanita Chetty WS (LCC), pemain bas terbaik Indrawan (Harley Angels), penabuh drum terbaik Budi R (Jamrock, Bandung) dan pemain keyboard terbaik Andy (2nd Smile).  Hanya saja kiprah sijuara pertama Harley Angels sampai sekarang tidak pernah muncul kemana mereka, mungkin teman-teman MP ada yang tahu keberadaannya.

Meskipun tidakmasuk final atau menjadi juara, sejumlah pesertanya justru berhasil berkarir dalam industri musik. Salah satu contoh, grup Jamrock (yang sekarang dikenal dengan nama Jamrud) waktu itu hanya masuk final. Mereka terdiri dari Aziz MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Agus (dram) dan Oppi (vokal).
Keberhasilan Log dengan festival perdananya tahun 1984 menyebabkan Djarum Super kembali bersedia memberi dukungannya untuk pelaksanaan festival tahun berikutnya, 1985, yang dijuarai grup rock asal Pandaan, Malang, Elpamas. Elpamas yang merupakan kepanjangan “Elek-Elek Arek Pandaan Mas”menelorkan gitaris handal Totok Tewel, yang kemudian banyak bekerjasama dengan berbagai musisi dan grup, antara lain Kantata Takwa pimpinan pengusaha yang suka musik Setiawan Djody. Grup ini beranggota sejumlah pemusik kondang seperti Jockey Soeryoprayogo, Inisistri, Donny Fattah, Iwan Fals, Sawung Jabo dan Rendra tahun 1989 hingga sekarang. Sementara Grass Rock hanya beruntung memperoleh juara III dan Rere memperoleh gelar The Best Drumer.
Baru pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia yang ke III pada tahun 1986, juaranya adalah Grass Rock dari Surabaya, saat itu vokalisnya adalah Zulkarnain. Rere pun kembali menyabet gelar The Best Drumer. Mereka lantas memperoleh kesempatan dari Log Zhelebour untuk mengikuti tur 10 kota untuk mengiringi God Bless. Grup rock Slank juga masuk final, tapi hanya berhasil menjadi juara hiburan.
Tahun berikutnya 1987 pada penyelenggaraan ke IV, giliran Adi Metal Rock Band (Surabaya) sebagai juaranya, sama seperti Harley Angels, Adi Metal Rock Band sampai sekarang tidak tahu rimbanya.  Lagu yang sempat hits mereka diantaranya Revolusi Kaisar dan Mereka Menantimu.
Sayangnya penyelenggaraan Festival Rock Indonesia I sd IV, belum dikeluarkan album rekaman 10 finalis Festival Rock Indonesia tersebut, akibatnya penikmat musik kayak kita-kita ini tidak bisa menikmati hasil cipta lagu kesemua finalis tersebut.

Baru pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia ke V Tahun 1989, lewat Logiss Records (Logiss adalah gabungan dua nama, LOG (Log Zhelebour) dan ISS (Iwan Sutadi Sidarta), perusahaan rekaman Log Zhelebour yang bekerjasama dengan Iwan Sutadi Sidarta dengan benderanya Indo Semar Sakti, yang memayung perusahaan rekaman King Records, Billboard, Aruna dan Buletin Intrernasional, mulai merekam 10 lagu finalis yang ke V, dimana juara nya pada saat itu adalah Power Metal (Surabaya), Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist. Lucky Setyo W gitaris Andromedha Rock Band memperoleh The best guitaris. Menariknya saat itu vokalis Power Metal bukan Arul,tetapi adalah Pungky, saat itu Arul juga ikut Festival Rock Indonesia ke V sebagai Vokalis Big Boy (Banjarmasin) dan meraih vokalis terbaik dengan lagunya Polusi Kehidupan. Grup band yang dianggap rival terberat Power Metal saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman.
Pada Festival Rock Indonesia ke VI,  yang diadakan tiga tahun kemudian tahun 1991, Log menggandeng Gudang Garam sebagai penyandang dana. Semifinal yang diadakan di Malang dan final di Surabaya, mengusung grup rock Kaisar dari Solo sebagai yang terbaik.  Sayangnya Kaisar juga bernasib sama tidak terdengar gaungnya sampai ekarang, padahal lagunya cukup bagus seperti kerangka langit dan garis bintang.
Djarum Super baru kembali mendukung Log pada festival yang ke tujuh dua tahun kemudian yaitu tahun 1993. Grup yang menjuarainya kali ini adalah Andromeda Rock Band dari Surabaya, namun finalnya diselenggarakan di Yogyakarta.

Namun pada tahun 1996, Djarum Super absen dan Log bekerjasama dengan stasiun televisi Indosiar. Festival yang ke delapan ini juaranya adalah grup rock Teaser asal Temanggung.
Setelah itu selama lima tahun festival ini ditiadakan, karena kondisi ekonomi, politik dan sosial negara kita waktu itu.  Baru pada tahun 2001 Djarum Super kembali bersedia menjadi pandukung festival yang ke sembilan. Kali ini festival diawali dengan menjaring grup-grup dari setiap propinsi, sehingga tidak heran jika pesertanya berjumlah sampai ratusan grup. Dari semua itu dipilih sebanyak 25 grup untuk masuk ke semifinal dan kemudian 10 grup terbaik bertarung di babak final. Yang mejadi juara kali ini adalah grup U9 dari Kediri.
Dengan sistim yang sama festival musik rock versi Log Zhelebour kembali berlangsung untuk ke 10 kalinya tahun 2004 dan berhasil menjaring 800 grup di 18 propinsi. Untuk ke 10 kali dalam kurun waktu 20 tahun, festival musik rock versi Log Zhelebour berlangsung di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004. Semifinal pada hari pertama diikuti 25 grup dari 18 propinsi: Sumatera Barat (Cadenza, Pane), Sumatera Utara (Child Band), Nanggroe Aceh Darussalam (Manggots), Sumatera Selatan (Tahta Band, Metafora), Jawa Barat (Ferari, Mujizat), Jawa Tengah (Mr. B), Yogyakarta (Reload), Jawa Timur (The Break, Kobe, Daun), Bali (CTC Band, Big G 256), Sulawesi Selatan (Loe Joe, Indonesia Baru), Sulawesi Utara (Virgin ‘N Untouchable), Sulawesi Tengah (Traxtor), Jakarta (Kanda), Banten (Take Over), Kalimantan Timur (Eldee Cool), Kalimantan Barat (Paris 208), Kalimantan Selatan (Mr. X), dan Kalimantan Tengah (Mario Bross). Setiap grup rata-rata menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk membawa dua lagu (wajib dan pilihan) dan persiapan alat musik. Alhasil penampilan ke 25 grup itu memakan waktu tidak kurang dari enam jam dan total menjadi tujuh ditambah break sholat magrib. Jarum jam menunjukan pukul 23.30 WIB ketika juri mulai bersidang untuk menjaring 10 grup yang pantas masuk final keesokan harinya. Sementara menunggu, band asal Kediri, U9, juara Djarum Super Rock Festival IX mengibur penonton yang kelelahan. Mendekati pukul 01.00 dewan juri yang terdiri Artur Kaunang (musisi), Mel Shandy (penyanyi), Remy Sutansyah si teman kita nih (wartawan), Bens Leo (wartawan), Yoyok (grup Padi), Raymond Ariaz (Power Metal), Arul Efansyah (Power Metal), Jockie Suryoprayogo (musisi), Ian Antono (musisi), dan Hubert Hendri (Boomerang) mengumumkan 10 finalis, yakni Take Over (Banten), Daun Band (Kediri), Mujizat (Bandung), Indonesia Baru (Pinrang), Eldee Cool (Samarinda), Mr X (Banjarmasin), Mr B (Klaten), Kanda Band (Jakarta), Kobe (Sidoarjo) dan Loe Joe (Makasar). Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB baru berakhir menjelang pukul 01.00 dini hari.
Ke 10 finalis itu berlaga dihadapan sekitar 15.000 penonton yang memadati Stadion Tambaksari pada malam kedua. Semuanya berusaha. tampil seekspresif mungkin,. Tapi sayang beberapa peserta kelihatan kehabisan stamina dan tidak mampu bermain sebaik ketika di semifinal. Yang menonjol adalah aksi Billy, gitaris Mujizat Band yang mempertontonkan penguasaan alat musik dan lagu yang prima, baik lagu wajib maupun lagu pilihan. Tidak heran jika Billy dan grupnya menjadi pilihan para juri, hingga mampu mengatasi kesembilan grup lainnya.

Para juara Djarum Super Festival Rock Indonesia ke-X di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004 adalah: Mujizat Band (Bandung, juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), Mr. X (Banjarmasin, juara harapan), Daun Band (Kediri, juara favorit), Kobe (Sidoarjo, best performance), Billy (Mujizat Band, best guitarist), Ewin (Indonesia Baru Band, best drumer), Erwin Way (Mujizat Band, best bassist), Nora (Daun Band, best keyboard) dan Damar (Take Over Band) sebagai penyanyi terbaik.
Pada Festival Rock Indonesia ke XI Tahun 2007, Gudang Garam kembali mensponsori penyelenggaraan event tersebut dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Band asal Salatiga, Workstation akhirnya berhasil menjadi jawara GGRC Minggu malam (17/06) di Gelora Bung Karno. Selain menggondol uang tunai 50 juta rupiah Workstation juga mendapat jatah rekaman album dari Log Zhelebour. Juara kedua diambil band CCCC asal Surabaya (Rp 40 juta) dan juara ketiga adalah Yello (Rp 30 juta). Sementara itu Parcel menjadi band favorit lewat polling sms. Sedangkan band dengan best performance diraih band asal Bandung Alas Roban, sementara juara harapan disabet Peacepot. Acara sendiri berlangsung lancar sejak pukul 12.00. Para penonton terhanyut dengan aksi para band peserta. Tak ketinggalan aksi panggung lainnya dari band-band yang sudah punya nama seperti Boomerang, Jamrud, J Rock, dan juga dihadiri rocker gaek Achmad Albar.

Kaisar ( Solo ) - Festival Rock V

Grup rock Indonesia ini digawangi Band ini sendiri digawangi oleh Banasi (Vokal), Yudhi Koesasih (keyboardis), Didiek Ermas (bass) dan Burhan (drum) dan populer di tahun 1990-an karena diawali dengan menjadi pemenang Rock Festival 1990 di Surabaya. Salah satu lagu yang menjadi andalan grup band ini berjudul “Kerangka Langit”. Lagu ini selalu menjadi lagu wajib disetiap ajang festival rock dimanapun pada masa itu.

Big Boys ( Banjarmasin ) - Festival Rock V



01 Polusi Kehidupan
02 Sekejap
03 Black Dog
04 Smoke On The Water
05 Rock N' Roll
06 Big Boys - Polusi Kehidupan (Festival Rock V)





Rolland band


Rolland band, band rock yang bermarkas di Jogjakarta ini sempat mengguncang musik rock dan metal Indonesia di era 80-90an. band yang dimotori oleh Petrus S pernah menjadi juara pertama dan sekaligus band berpenampilan terbaik dalam ajang festival heavy Metal yang diselenggrakan oleh majalah musik Vista pada tahun 1986.

Dalam festival tersebut, Rolland mengungguli band asal Jakarta yaitu Slank, Slank dalam festival tersebut meraih juara harapan III. Rolland band terinspirasi oleh band asal Inggris judas Priest sehingga julukan Judas Priest nya Indonesia sempat melekat pada band ini.

Rolland band dalam perjalanannya di blantika musik rock Indonesia mengeluarkan dua album yang masing-masing bertitel "Gigolo" yang dirilis pada tahun 1989 dan album "Roda kehidupan" .

Dalam album perdana, lagu "Gigolo" dan " Terror" menjadi hit diranah rock tanah air.akan tetapi pada puncak masa jayanya terjadi masalah intern dalam Rolland band, sehingga pada pertengahan tahun 1989 band ini pun bubar,Para personilnya kemudian membentuk band yang bernama Rollander.


Diskografi Rolland band :

1. Album Gigolo ( Billboard )

Track List

1. Teror
2. Gigolo
3. Percakapan Satu Kamar
4. Matahari
5. Senior Rock
6. Kelahiran
7. Djono
8. Budak Bertuah
9. Rock Never Day
10.Rosa Lina


2. Album Roda kehidupan
Track List

1. Roda Kehidupan
2. Prestasi
3. Angan Dan Harapan
4. Teror II
5. Ilusi
6. Penghianat
7. Mengintari Jagat
8. Manusia
9. Seperti Pelangi
10. Jalan Kebebasan

Personil Rolland Band :

Album pertama

Petrus (Vokal)
Bento (Guitar)
Ivan (Guitar)
Lugud (Bass, Vokal)
Yoyok (Drum)

Personil Rolland album kedua

Bambang (Vokal)
Bento (Guitar)
Ivan (Guitar)
Lugud (Bass, Vokal)
Yoyok (Drum)

Rock Old Category

Dream Theater (3) Festival Rock (5) Lokal (13) Manca (9) Memorial (1) Play and Lyric (9) Rock News (10) Rock Old (25)

Random Music

TOP Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Natural Music - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger